Mari Kita Bergaduh lagi

“Bapakku lebih hebat, lebih kuat, dia bisa menaklukan dunia” Ujar si Budi.

“Tidak! Bapakku lebih kuat, dia bisa membangkitkan orang mati. Dia berkuasa atas maut” balas Badu dengan penuh semangat.

Perdebatan itu berlanjut dengan adu mulut. Tidak jarang berakhir dengan perkelahian. Lucunya, terkadang Budi mengajak teman lainnya mengeroyok Badu. Badu pun tidak mahu kalah. Dia bahkan pengaruhi gurunya untuk menghajar Budi. Perkelahian terus terjadi hanya karena ingin pengakuan Bapak siapa yang terhebat. Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Kicau Raksasa

Jika suaraku tidak sampai di telingamu, bukan berarti aku melupakanmu.

Mungkin aku sedang melayang layang dalam ruang udaramu

Mungkin pula salahmu tak merasakan doaku

Tlah ku kirim senja terindah buatmu, tolong disimpan dalam kotak imajimu

Aku dendangkan lagu termanis, ingat dan rekamlah dalam benak terdalam

Coba kau diam dan rasakan, biar lantunan itu masuk dalam pori

jika sejuk lalu menusuk, itu karna rindu yang lama menggulung

jika hangat yang mendekap, itu karna kenangan yang melompat riang

Ingatlah aku, sang raksasa yang menawan hati rapuhmu

 

Kuala Lumpur, Juni 2016

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Selamat Ulang Tahun

Bila hari ini umurku bertambah, jangan kau ucap

Karna pagiku tak pernah ada lagi kamu

Jangan kau dendangkan lagu itu

Karna getarannya sudah terdengar fals di rusukku

Sebaiknya jangan kau tipu,

karna ku tahu itu kosong

Buat apa kata kata manismu, pengingat rasa

Bila cuma rona merah membakar jiwa?

Tak payah kau ingat, jangan kau ucap!

 

 

Medan, Juni 2016

 

Leave a comment

Filed under Poems, Uncategorized

jika kamu letih, berhentilah sejenak

Jika kamu letih, berhentilah sejenak

Jangan berlari, apalagi melompat jingkrak

Tarik nafas, tatap indahnya biru langit

Berharap harap datangnya hujan

Siapa tahu ada hati beku diguyur rindu

Ya, berhentilah sejenak

Mainkan memori indah tentang dia

Lelapkan jiwa dalam damai cinta

Siapa tahu memang dia lah pemilik sepatu kaca itu

 

Kota Samarahan, Mei 2016

Leave a comment

Filed under Poems

“YANG PUTIH ATAU YANG HITAM?”

Oleh: Anthony de Mello

Seorang gembala sedang menggembalakan dombanya. Seorang yang
lewat berkata, “Engkau mempunyai kawanan domba yang bagus.
Bolehkan saya mengajukan beberapa pertanyaan tentang
domba-domba itu?” “Tentu,” kata gembala itu. Orang itu
berkata, “Berapa jauh domba-dombamu berjalan setiap hari?”
“Yang mana, yang putih atau yang hitam?” “Yang putih.” “Ah,
yang putih berjalan sekitar enam kilometer setiap hari.”
“Dan yang hitam?” “Yang hitam juga.”
Continue reading

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Bertanggungjawablah sedikit…

Hari ini hujan dan saya tidur banyak. Tapi ternyata itu tidak cukup untuk menenangkan diri. Semoga dengan menulis, perasaan jadi normal. Begitu gumam saya dalam hati.

Di hujan ini pikiran saya masih melayang pada tiga pertanyaan yang mengesalkan hati. Nanti kamu tahu sendiri kenapa mengesalkan hati.

“Sir, Budi (bukan nama sebenar) asked why I just reported coefficient values and standard error in my table of result and stated it is significant or not? How the reader will know the p-value?”

Okay, saya termangu terbodoh terdiam. Tapi pertanyaannya membekas di hati sampai sekarang

“Sir, Joko (bukan nama sebenar) asked why I didn’t put all results of pooled, random effect, and fixed effects in my table?”

Okay, saya senyum getir. Tapi pertanyaannya membekas di hati sampai sekarang

“Sir, Taufik (bukan nama sebenar) asked why I should not run the heteroscedasticity?

Dan pertanyaan itu pertanyaan terakhir yang membuat saya semakin banyak menghela nafas. Continue reading

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Kunang Kunang

Dimana kunang kunang hari ini?

Ku cari pelan dalam hutan gelap gulita

Serangga lain ada, tapi tidak kunang kunang

Apakah harus ku ganti jadi melati?

Biar kamar gelap, tapi wangi

Tapi aku mau kunang kunang

Meski aku tahu dia hanya hidup sehari

Ku berlari, berlari, terus berlari

Aku mau kunang kunang yang lagi bersembunyi

Tapi letih datang memeluk, sedih dan aku terjatuh

Aku tak percaya mendekati gila

Kunang kunang itu telah menjadi rasi di langit kelam

Tak mungkin lagi ku genggam

Biarkan lah aku rebahkan tubuh ini di sini

Karna melihatnya pun aku bahagia

Februari 2015, Kota Samarahan

Leave a comment

Filed under Uncategorized